a pen & a piece of paper

Icon

Surat untuk Sahabatku, Malaysia

Tulisan ini diforward ke email dari salah satu milist yang saya ikuti, penulis aslinya siapa tapi terima kasih untuk dia semoga orang Indonesia yang masih belum melek sama invasi dan penjarahan budaya dari luar dan orang asing (terutama Malaysia) sadar diri kalau kita sebenarnya sedang perang, setidaknya dalam hati.

Kepada sahabatku, malaysia!Hai, sahabatku malaysia. Bagaimana kabarmu menjelang lebaran kali ini?
Wah, tentunya sudah banyak persiapan serta kesibukan yang menyita waktu
karena sebentar lagi idul fitri akan tiba. Tapi, walaupun sibuk, jangan lupa
untuk mengeluarkan zakat fitrahnya ya… ingat lho, ini kewajiban.

Hai sahabatku malaysia. Di lebaran nanti jangan lupa putar lagu Rasa
Sayange ya, ups lupa… lagu ‘rasa sayang hey’. Lagu itu memang punya irama
yang bagus dan punya nuansa yang mengasyikkan buat siapapun untuk berbalas
pantun. Karena aku tahu di sana tidak punya lagu-lagu yang bagus, makanya
kamu bilang bahwa lagu ‘rasa sayang hey’ itu adalah lagumu. Tenang saja,
aku nggak marah kok, sebab aku punya ribuan lagu lainnya. Kamu mau?

Hai sahabatku malaysia. Jangan lupa ya lebaran nanti kamu pasti dikunjungi
oleh saudara- saudaramu. Wah, di rumah pasti sibuknya luar biasa. Piring
yang kotor, gelas yang berantakan, karpet yang terkena tumpahan kuah, atau
sampah yang berserakan. Sahabatku, kamu jangan khawatir. Sebab, saudaraku
akan memberesi semua yang berantakan itu. Kalau saudaraku tidak bekerja
sesuai keinginanmu, ya sudah dicambuk saja, disuruh loncat dari jendela,
atau gajinya nggak usah diberi. Bukannya kamu selama ini juga begitu?

Hai sahabatku, malaysia. Di saat lebaran nanti, jangan marah ya kalau ada
asap yang juga ikutan menyambangi rumah-rumahmu. Karena hanya itu oleh-oleh
yang bisa aku berikan kepadamu. Meski sebenarnya aku ingin memberikan
buah-buahan kepadamu, tetapi kamu lupa ya kalau pohon-pohonku sudah kamu
ambil. Masak sih kamu bisa lupa? Kan hutan di Sumatera dan Kalimantan
sekarang sudah habis olehmu.

Hai sahabatku, malaysia. Di lebaran nanti kamu pakai apa? Tentu kamu akan
pakai batik motif perang itu kan? Wah, kalau itu sih memang bagus sekali.
Di sini, kamu bisa lihat motif itu di Yogyakarta. Sama? Memang sama, tapi
kan katanya kamu yang punya dan asli dari sana.

Apalagi ketika kamu pakai batik kamu sedang menyantap ketupat dengan
lauknya rendang daging yang kamu bilang asli buatan sana. Aku pernah lho
dapat kiriman darimu, sekotak rendang daging dengan tulisan MADE IN
malaysia. Hmm, memang enak. Jangan khawatir kalau kamu kekurangan resep
makanan dan masakan, kamu tinggal bilang saja. Di sini ada ribuan resep
khas Indonesia yang boleh kamu ambil. Tenang saja aku nggak marah kok,
bahkan kalau kamu bilang khas dan asli dari malaysia pun aku nggak marah.

Hai sahabatku, malaysia. O ya menjelang lebaran nanti tanggal 10 Oktober
ada astronotmu kan yang akan terbang ke luar angkasa dengan Soyuz. Wah,
selamat ya. Aku turut senang lho. Ternyata tidak sia-sia bapak-ibu guru
kami mengajari anak-anak malaysia pendidikan. Bahkan sampai sekarang pun
masih banyak kan profesor Indonesia yang mengajar di sana. Wah, kalau kamu
lupa terhadap siapa gurunya, ya nggak apa-apa. Karena bagi aku guru itu
adalah pahlawan, pahlawan tanpa tanda jasa. Jadi kalau kamu melupakan
sejarah dan kenyataan itu ya wajar saja.

Hai sahabatku, malaysia. Suatu saat nanti aku akan berlebaran di sana.

Tapi apakah kamu ingat dengan namaku? Ya, namaku INDONESIA dan bukan
‘indon’. Kalau kamu lupa sih ya nggak apa-apa. Toh, selama ini kamu
juga sering lupa. Maklum kamu kan orang muda yang ngakunya tua bangka.
He he he he….

Hai sahabatku malaysia kenapa kamu garang ketika lagu-laguku diputar di
sana, apakah karena kamu tidak bisa menciptakan lagu sendiri… hanya lagu
isabela adalah…. hahahah lagu kami banyak dan musisi kami juga banyak
coba denger deh pasti enak-enak jangan marah donk kalau engga bisa bikin
lagu…

Hai sahabatku malaysia, kamu engga punya alat musik sendiri ya, ketika alat
musikku angklung dibuat dari bambu yang kamu klaim milik kamu, ternyata
wargamu belajar angklung dari Bandung… tenang aja kami punya alat musik
masih banyak, kamu tinggal pilih sendiri hehehehe, kasihan kalian tidak
punya darah seni…heheheheh. ..

Hai sahabatku malaysia, kalian selalu menganggap warga kami sebagai pembuat
onar, tetapi media massamu mengatakan kejahatan dilakukan oleh wargamu
sendiri, lempar batu sembunyi tangan hahahaha, biasa tabiat orang muda
tidak mau tanggung jawab.

Hai sahabatku malaysia selamat ya ketika kamu klaim pulau sipadan dan
ligitan sebagai wilayahmu, kami maklum karena sempitnya wilayahmu sehingga
kamu minta setitik pulau kami, tenang kami tidak marah karena kami punya
jutaan pulau kamu tinggal pilih saja.

Hai sahabatku malaysia kamu klaim budaya Dayak sebagai budayamu, padahal
kamu hanya numpang sedikit wilayah Borneo, apa karena tidak mempunyai
kebudayaan sehingga kamu mengambil budaya kami.. tenang kami punya suku
lain kok ada Sunda, Jawa, Menado, Papua, Ambon, adakah yang kamu tertarik
untuk diakunya lagi… kasian ya suka ngaku-ngaku

Hai sahabatku malaysia, katanya kamu mengaku sebagai negara Islam tetapi,
kamu melegalkan judi sebagai pendapatan negera, hahaha, maka kamu masuklah
Islam secara keseluruhan, apakah kamu belajar Islam membolehkan berjudi
hehehehh, makanya belajar Islam dari sumbernya.. kami memiliki kyai dan
ustad yang banyak, kalau perlu belajarlah di sini akan kami sambut dengan
senang hati.

Ya sudah sahabatku, malaysia. Di bulan yang baik dan berkah ini, kuucapkan
kepadamu untuk menikmati lebaran dengan enak ya. Jangan sedih…. aku,
Indonesia, nggak apa-apa kok. Aku selalu paham kok kalau kamu memang
begitu, dan memang sifatnya begitu. Aku juga paham kamu begitu karena kamu
tidak memiliki jadi kamu curi saja semua dari ku sahabatmu Indonesia, tapi
sebagai sahabat yang baik aku telah memaafkan semuanya, karena aku tau kamu
kekurangan jadi kamu terpaksa harus mencuri…dariku semoga Allah
memberkati dan memaafkan atas tindakanmu itu…

Selamat idul fitri, sahabatmu Indonesia yang selalu memaafkan kesalahanmu,
karena aku lebih bijaksana dan pengertian.. .. hahahaha

Dari sahabat sejatimu,
Indonesia

PS: Eh, aku punya lagu lebaran yang dinyanyikan BIMBO. Kamu mau ambil
nggak?

Filed under: My Music ,

Selamat Pagi dari Tetangga

Sambil menggeliat aku berusaha mengusir malas dan beranjak dari tempat tidur. Aku turun ke bawah untuk ambil koran hari ini di luar. Kubuka pintu dan tercengang melihat beberapa ibu sambil menggendong anaknya sementara beberapa anak sedang main di garasiku. Di garasi! “Eh, baru bangun ya Mba Lia nya”, dengan penuh tanya kujawab ” Ya, ada perlu apa?” salah seorang dari mereka menjawab “Ngga apa-apa, cuma nemenin ini anak-anak main sebentar.” What??? Aku terbelalak tanpa bisa menyembunyikan ekspresi mukaku yang tidak pernah seumur hidup mampu berbohong. Demi Tuhan! Mereka gila apa ya? Rumah ini punya orang, garasi ini punya seseorang, can’t you respect the other’s property? Orang tolol dari mana yang pagi-pagi sambil jemur dan kasih sarapan anak di garasi tetangganya tanpa salam apalagi kalam?

Tanpa kusadari terkeluar “maaf, rumah ini sudah dibeli. Dan saya keberatan garasi saya dijadikan taman bermain. Saya juga baru bersihkan kemaren sore. ” Tidak tahu harus berkata apa, tetapi itu yang ada di pikiranku.

Oke, kami baru membeli rumah ini kurang dari sebulan. Dua minggu sebelum hari ini seluruh anggota keluargaku masih disini, berkumpul menikmati rumah baru kami; actually rumah pertama kami. Rumah yang tidak besar tetapi cukup, hasil jerih payah kedua orangtuaku. Kami patut mensyukurinya.

Kedua orangtuaku menetap di luar negeri, Papa sebagai penyiar radio pemerintah setempat dan Ibuku sebagai guru di sekolah perwakilan republik ini disana. Adikku dua, hanya sekarang kami tinggal berdua dari tiga bersaudara. Adik di bawahku meninggal beberapa tahun lalu. Sekarang mereka semua kembali ke Timur Tengah, and here I am the dog house.

Back to the story, sungguh merupakan kejadian pelik. Meski bisa dikatakan hampir tidak pernah tinggal di perumahan teras begini, menurutku masih tidak waras tema kekerabatan dan kekeluargaan sebegitu diasung di lingkungan republik ini sampai melibatkan acara makan anak di garasi tetangga tanpa permisi. Dan satu hal, mereka meninggalkan sampah bekas makanan ringan which surely tidak sehat penuh pengawat dan contains MSG di garasiku.

Mereka pikir rumah ini taman bermain, tempat nongkrong ibu-ibu rumah tangga yang topik pembicaraan terpaku pada gosip yang ditayang infotainment lalu mengomentari setiap orang yang jalan. Apa mereka tidak pernah mendengar istilah privasi, atau tidak pernah diajarkan untuk tidak mengganggu milik orang lain atau sesuatu yang bukan haknya? Bahkan orang di kampung lebih mengerti dan sopan bertetangga.

Aku masih berdiri di depan pintu sambil melipat tangan, mencengkram koran hari ini dan menunggu mereka berambus dari garasiku dan mengunci pagar dan “thanks” ucapku lalu kembali ke dalam rumah.

Secangkir teh melati dan roti bakar mungkin bisa sedikit mengubah mood, lalu mandi dan berangkat ke kantor. And surely the gate needs to be locked up this time.

-liaB-

Filed under: My Music ,