a pen & a piece of paper

Icon

Menbudpar Indonesia-Malaysia Bertemu

Dari http://www.antara.co.id/arc/2007/11/10/menbudpar-indonesia-malaysia-bertemu/

10/11/07 23:25

Kuala Lumpur (ANTARA News) – Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI Jero Wacik dan Menteri Kebudayaan, Kesenian, dan Warisan Malaysia Rais Yatim bertemu untuk pertama kalinya setelah masyarakat Indonesia protes penggunaan lagu Rasa Sayange untuk jinggle Visit Malaysia 2007 dan insiden Asia Festival di Osaka belum lama ini.

Jero Wacik bertemu sambil dijamu makan siang oleh Rais Yatim setelah menteri kebudayaan dan pariwisata RI (Menbudbar) itu membuka Indonesia Trend (Trade, Tourism, and Invesment) Expo 2007 di Kuala Lumpur, Sabtu. Hadir pula Wakil Dubes RI untuk Kuala Lumpur Tatang B Razak.

Walaupun protes penggunaan lagu Rasa Sayange untuk jingle Visit Malaysia 2007 oleh masyarakat Indonesia sempat ramai dan memanas, dan penggunaan lagu “Indang Sungai Garinggiang” ciptaan Tiar Ramon dari Minangkabau oleh delegasi kesenian Malaysia pada Asia Festival 2007 di Osaka, Jepang pertengahan Oktober 2007 telah melahirkan protes keras Indonesia tapi pertemuan kedua menteri itu sangat akrab.

Menteri Rais Yatim memberikan cendera mata kepada Jero Wacik dan mengantarkan hingga ke lift hotel sebelum menteri Indonesia beristirahat. Menteri Rais Yatim juga akan hadir dalam malam kebudayaan Indonesia yang akan digelar di KLCC (Kuala Lumpur Convention Center), Minggu malam.

Dalam jamuan makan siang, kedua menteri sepakat untuk meningkatkan pertemuan kedua belah pihak guna membicarakan masalah-masalah kebudayaan yang muncul pada dua negara serumpun. “Kami akan meningkatkan komunikasi agar masalah kesenian dan kebudayaan tidak menjadi penyebab kerusakan hubungan baik Indonesia-Malaysia,” kata Rais Yatim.

“Jangan generasi muda kita terus bertikai soal kesenian dan kebudayaan yang banyak kesamaan karena memang kita serumpun. Satu nusantara. Jadi kami akan lebih hati-hati lagi,” katanya.

Sementara itu, Jero Wacik mengatakan, kementerian kebudayaan Malaysia mengakui telah lalai soal penggunaan lagu Tiar Ramon, musisi Minang, yang digunakan tarian delegasi Malaysia pada Asia Festival 2007 di Osaka.

“Pak Rais Yatim berjanji akan membalas surat protes resmi kita. Kami sudah buat surat protes keras soal lagu Tiar Ramon yang menjadi insiden di Osaka, Jepang. Kita lihat saja apa jawaban dari Malaysia,” kata menteri.

“Indonesia tidak memperkarakan lagu dan keseniannya digunakan Malaysia. Apalagi kita serumpun. Pak Rais Yatim juga keturunan Minang, tapi jika menggunakan kesenian Minang yang berasal dari Indonesia harus diumumkan kepada publik bahwa itu adalah kesenian Minang dari Indonesia. Itu saja. Kami pun bangga jika Malaysia mempromosikan kesenian Indonesia di dunia internasional,” katanya.(*)

Copyright © 2007 ANTARA

Filed under: Imported Article

NON PLASTIC BAG DESIGN COMPETITION

Diperkirakan bahwa 500 juta sampai 1 milyar kantong plastik dikonsumsi di seluruh dunia setiap tahunnya. Ini berarti hampir mencapai *1 juta kantong plastik per menit!*

**
*BRING YOUR OWN BAG!*

**
Bantu kami mengurangi pemakaian kantong plastik dengan mendesain sebuah tas pengganti kantong plastik dan dapatkan hadiah uang tunai sebesar *Rp 1.000.000 *dan trophy dari HMTL ITB.

*Desain yang terpilih sebagai pemenang akan diproduksi untuk dijual pada
rangkaian acara Anti Plastic Bag Campaign, yaitu:*

1. * ITB Campaign (5, 6, dan 7 Februari 2007)*

2. *Community Campaign Day (9 Februari 2007). Venue : Jl. Dago dan Jl. Ganesha*

**
*Kriteria Desain:*

1. Desain harus asli, buatan sendiri, dan belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apapun.
2. Desain tas inovatif dan menarik.
3. Material tas mudah didapat, kuat, tahan lama dan bukan plastik.
4. Tas bersifat ekonomis dan mampu produksi.
5. Fungsi tas dapat disesuaikan dengan kebutuhan/kegiatan. Misal:
dilipat, dikecilkan, dibesarkan, dll.
6. Target konsumen usia 15-25 tahun.

*Persyaratan Lomba* :

1. Terbuka untuk umum dan tidak dikenakan biaya pendaftaran.
2. Desain dapat dikirim dalam amplop tertutup via pos atau diantar
langsung ke panitia lomba di:

*Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan ITB*
*Gedung Lama Prodi Teknik Lingkungan*
*Jl. Ganesha 10 *
*Bandung*
Tulis di sudut kiri atas amplop: *Lomba Desain Tas Anti Plastic Bag
Campaign.*

1. Desain dicetak pada kertas berukuran A3 (maksimal dua lembar).
Termasuk keterangan material yang dipakai, warna, dimensi tas, gambar
operasional dan nama produk (bila ada).
2. Desain dapat pula dikirim melalui email (maksimal dua file) ke
antiplasticbagcampa ign@yahoo. co.id. Harap memakai file jenis .jpeg
atau .gif (72 dpi), ukuran file maksimum 600 (tinggi) x 700 (lebar) pixel.
3. Cantumkan keterangan lengkap di lembar terpisah mengenai : Nama,
alamat, telepon, dan alamat email.
4. Desain sudah harus diterima panitia lomba paling lambat hari *
Minggu*, tanggal *2 Desember 2007*.
5. Hak cipta tetap dipegang oleh peserta.
6. Panitia hanya akan menentukan *1 (satu)* desain sebagai pemenang
dan panitia memiliki hak untuk memproduksi desain tersebut.
7. Pemenang akan dihubungi via telepon atau email.
8. Panitia penyelenggara dan dewan juri tidak melayani surat menyurat
dalam kaitannya dengan hasil lomba ini.

*Juri* :

1. Dr. Dwinita Larasati, M.A. (Desain Produk, FSRD ITB)
2. Dr. Benno Rahardyan, ST., MT. (Teknik Lingkungan, FTSL ITB)

**
*Contact Person:*
*Andin* 022-91239841
*Saras* 085697957054
*Ijul *081806392209
antiplasticbagcampa ign@yahoo. co.id

Filed under: Event

Malaysia Akhirnya Akui “Rasa Sayange” Sebagai Milik Bersama

Artikel asal: http://www.antara.co.id/arc/2007/11/11/malaysia-akhirnya-akui-rasa-sayange-sebagai-milik-bersama/

11/11/07 16:20

Jakarta (ANTARA News) – Pihak pejabat resmi Malaysia akhirnya mengakui lagu “Rasa Sayange” merupakan milik warisan bersama bangsa Melayu, Indonesia dan Malaysia.

“Saya mengutip pendapat dari Menteri Kebudayaan, Kesenian dan Warisan Budaya mereka (Malaysia), juga pandangan dari seorang pejabat dari Indonesia,” kata Koordinator Media `Ship South East ASEAN Youth Program` (SSEAP) dari Indonesia, Devianti, di Jakarta, Minggu.

Kutipan atas pernyataan-pernyataan dua pejabat itu, menurutnya, ditayangkan dalam program “Indonesia Now” di sebuah media televisi berita, Minggu petang.

Lagu “Rasa Sayange` yang sebelumnya telah jadi paket promosi pariwisata Malaysia, menjadi semakin heboh ketika dinyanyikan oleh para pemuda Malaysia peserta SSEAP di Jepang beberapa waktu lalu.

Akibatnya, muncul banyak komplain dari Indonesia yang sebelumnya juga merasa kecewa dengan sikap Malaysia, karena telah mengklaim lagu “Rasa Sayang Hei” sebagai lagu rakyat warisan budaya mereka, sebagaimana juga berlaku atas lagu “Burung Kakatua”.

“Mudah-mudahan hal yang sama (dinyanyikannya lagu “Rasa Sayang Hei” oleh pemuda Malaysia di Tokyo), tak terjadi di sini (Jakarta). Kan mereka sudah akui, itu milik bersama dua bangsa yang ada suku Melayu-nya,” ujar Devianti.

Ia mengatakan itu kepada ANTARA, sehubungan dengan program besar SSEAP Indonesia, yakni kedatangan serentak 315 pemuda-pemudi se-ASEAN, 13 hingga 16 November 2007 di Jakarta.

“Bisa dibilang kedatangan serentak karena memang ke-315 orang muda itu datang serentak dengan kapal `Nippon Maru` dan akan berada di Jakarta selama empat hari,” ungkapnya.

Selama di Jakarta, menurut Devianti, ada beberapa program kenegaraan (resmi), seperti pertemuan dengan Walikota Jakarta Utara, Ketua DPR Agung Laksono, Anggota Komisi I dan Komisi IX DPR, Gubernur DKI Jakarta dan bersama pihak Departemen Luar Negeri RI.

“Di luar acara kenegaraan itu, ada kegiatan `home stay` selama dua malam dua hari bersama keluarga Indonesia yang tersebar di seluruh Jabodetabek,” tambahnya.

Kepada warga Jakarta dan sekitarnya, demikian Devianti, bisa menikmati program `open ship` (acara terbuka untuk umum) selama satu hingga dua jam di KM `Nippon Maru`, pada hari Jumat (16/11) depan. (*)

Copyright © 2007 ANTARA

Filed under: Imported Article

Jakarta Hujan, Jeddah Mandi Air Galon

Baru seminggu yang lalu air datang. Dan taddaa… dua minggu pertama di rumah, hanya dua kali makan masakan Ibu, karena Papa yang masak di luar dibantu orang Hindi, Turki, Mesir, dengan varian makanan berbeda tiap hari. Tiga hari terakhir menjelang air datang kami makan di atas saprah-plastik alas makan yang biasa dipakai orang Arab lalu langsung buang, praktis. Lalu besoknya, makan pakai piring plastik dan gelas tandai masing-masing dan semua gelas sudah tidak karuan bentuknya. Warnanya butek, kalau abis ngejus langsung kucek dan pakai lagi. Prihatin bo!

Yang keren mandi pakai air galon, lebih mahal dari harga mandi di WC umum terminal atau stasiun di Jakarta. Segalon SR 2, sekitar Rp 5000an (gini nih kalau keseringan lewat depan pintu WC stasiun UI jadi hafal tarif WC).

Sementara, beberapa hari itu Radio Elshinta disini tiap pagi beritanya Jakarta hujan, Jakarta macet, banjir pula. Terpikir minta kirim air banjir juga ngga apa-apa, disini juga air sulingan laut. Atau dari pada galon, apa coba mandi pakai barrel yang satunya USD93 ya?   -liaB-

Filed under: Days Tell

Turun Mesin, Tahan Berapa Lama Ya?

Sudah hampir tiga minggu di Jeddah, males nulis dan baru semangat lagi benahi email dan benerin wordpress yang udah berbulan-bulan register tapi dianggurin, dan kenapa waktu udah mau dekat ujian baru ada mood?! – Biasa, kalau udah dateline baru kepikiran macam-macam, banyak yang ingat di waktu yang kurang tepat. Tapi kalau sudah ingat kenapa tidak langsung dikerjakan, teteup cari pembelaan, hihi..

Tapi kenyang juga kejar tayang baca buku buat ujian sementara buku-bukunya baru ada beberapa hari sebelum berangkat ke Jeddah. Dan baru tahu kemaren, kalau di UT ujiannya multiple choice.Hmmm… kayanya gampang juga, tapi pilihan cuma tiga dan biasanya kalau begitu, agak susah. What ever will be, will be.

Besok,Rabu,  mulai training untuk Temus (tenaga musim) Haji. Pagi ini waktu cuci muka, sempat ngaca. Kalau waktu baru sampai kemaren difoto dan sekarang dibandingkan sama yang di depan kaca ala iklan-iklan produk kosmetik di tipi. Weitz..pasti keliahatan beda banget. Kemaren waktu baru sampai, kulit muka kering kerontang ditambah merah karena terbakar sinar matahari. Belum sisa jerawat-perjuangan. Sekarang, no need to mention, berkat tangan sakti Ibu, langsung sweeping “perangkat perang” di Carrefour dan Hyper Panda (super market), it turns better. Tapi neehhh…kalau dijemur di airport haji selama dua bulan ngga tahu juga kaya apa jadinya nanti. We’ll see. Ngga lucu juga kan kalau kerjanya pakai topi lebar tambah sun glass gede yang lagi in (kalau kata Mas Wiwid:  kaca mata gaul), being such a lady kaya film Legally Blonde di tengah ‘barak’ di airport haji. Yang ada jadi sasaran empuk mata liar arab.

Tapi ngga ada yang bisa mengobati keringnya kulit disini, baik musim panas, apalagi musim dingin selain makan buah yang banyak plus teguk laban (yoghurt) banyak-banyak. Enyak..enyak..enyak..nyam..nyam.. -liaB-

Filed under: Days Tell