a pen & a piece of paper

Icon

Jakarta Hujan, Jeddah Mandi Air Galon

Baru seminggu yang lalu air datang. Dan taddaa… dua minggu pertama di rumah, hanya dua kali makan masakan Ibu, karena Papa yang masak di luar dibantu orang Hindi, Turki, Mesir, dengan varian makanan berbeda tiap hari. Tiga hari terakhir menjelang air datang kami makan di atas saprah-plastik alas makan yang biasa dipakai orang Arab lalu langsung buang, praktis. Lalu besoknya, makan pakai piring plastik dan gelas tandai masing-masing dan semua gelas sudah tidak karuan bentuknya. Warnanya butek, kalau abis ngejus langsung kucek dan pakai lagi. Prihatin bo!

Yang keren mandi pakai air galon, lebih mahal dari harga mandi di WC umum terminal atau stasiun di Jakarta. Segalon SR 2, sekitar Rp 5000an (gini nih kalau keseringan lewat depan pintu WC stasiun UI jadi hafal tarif WC).

Sementara, beberapa hari itu Radio Elshinta disini tiap pagi beritanya Jakarta hujan, Jakarta macet, banjir pula. Terpikir minta kirim air banjir juga ngga apa-apa, disini juga air sulingan laut. Atau dari pada galon, apa coba mandi pakai barrel yang satunya USD93 ya?   -liaB-

Filed under: Days Tell

Leave a Reply